Bersama dengan teman-teman dari Dinas Sosial Kabupaten Kepulauan Selayar, pihak sekolah UPT SDI Tambolongan Barat No. 122 Kecamatan Bontosikuyu turut melakukan pendampingan terhadap salah satu siswanya, Muhammad Arpel, siswa kelas satu, yang sempat nekat meninggalkan rumah dan sekolah.
Muhammad Arpel diketahui kabur dengan menumpangi kapal penges dari Dusun Lemba, Desa Tambolongan, menuju Ibukota Benteng Selayar melalui Pelabuhan Appatanah. Dalam pelariannya, Arpel membawa perlengkapan sekolah berupa seragam, kaos kaki, dan sepatu yang ia kemas dalam kantong plastik.
Berdasarkan informasi yang diperoleh, tindakan nekat yang dilakukan oleh Arpel dipicu oleh adanya persoalan miskomunikasi antara dirinya dengan pihak sekolah. Namun, berkat koordinasi cepat antara Dinas Sosial, aparat desa, dan pihak sekolah, Arpel berhasil ditemukan dalam keadaan selamat dan langsung diberikan pendampingan serta pembinaan.
Kepala UPT SDI Tambolongan Barat No. 122 menyampaikan:
“Kami berupaya memberikan pemahaman dan pembinaan yang baik kepada siswa kami. Kejadian ini menjadi pembelajaran bersama agar komunikasi antara pihak sekolah, siswa, dan orang tua dapat terus terjalin dengan baik demi kebaikan semua pihak.”
Melalui pendampingan ini, diharapkan peristiwa serupa tidak terjadi kembali. Sekolah bersama orang tua dan pihak terkait terus berkomitmen menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan ramah bagi seluruh siswa.